Analisa Popularitas Partai Politik di Sosial Media

Berhubung sedang hangatnya parpol peserta caleg 2014 dan pilpres 2014 mengaku-ngaku bahwa partainya paling populer sedunia di social media atau paling populer dibanding yang lain, mari kita kaji bersama apa ya seperti itu agar kita para masyarakat tidak terjebak dengan pernyataan-pernyataan yang menyesatkan.

Cara Survey Popularitas di Sosial Media

Ada sebuah institute yang menclaim melakukan penelitian atau survey dari Februari hingga Maret 2014 dan menyatakan bahwa salah satu partai paling populer atau paling banyak dibicarakan di social media. Bagaimana kita mengetahui pernyataan tersebut benar ? sudah barang tentu metode penelitiannya yang kita coba mengerti. Ada beberapa tools online gratisan untuk cek popularitas di social media, baik untuk jumlah pemirsa di twitter seperti TweetReach.Com, gabungan antara twitter dan facebook seperti di Topsy.Com dan kebetulan kami menemukan bahwa lembaga penelitian independen tersebut hanya menggunakan Topsy dan berdasar dari kata kunci (keyword) nama dan singkatan partai.

Apakah ini akurat ?

Baiklah, nama dan singkatan partai politik tersebut berasal dari aktivitas pembicaraan manusia di social media, sedangkan parpol adalah peserta caleg dan pilpres .. otomatis jika ada pilplres juga ada nama calon presiden yang dibicarakan… sehingga menurut anda apakah akurat jika kita hanya mebandingkan kata kunci nama parpol saja ? tentu belum akurat ..

Pilplres 2014 dan Popularitas Partai Politik di Sosial Media

Pengguna Sosial Media di Indonesia berasal dari kalangan menengah yang dijaman kekuasan SBY jumlahnya meningkat pesat (maklum, kredit konsumen kebijakannya baru diperketat menjelang akhir 2013) dan pengguna sosial media tersebut paling aktif berkicau di sosial media..jumlah pengguna sosial media di Indonesia jika di perkirakan secara kasar berjumlah sekitar 50 juta orang dan sebagian besar merupakan anak muda yang rentan golput. Tentu hal ini menjadi incaran para peserta pilpres untuk membentuk suatu opini atau memberikan keyakinan akan partai politik tersebut. topsy parpol 2014 Terlihat pada grafik diatas, PKS paling banyak di sebut di twitter karena aksi kontroversial dan pernyataan kontroversial dari capresnya yakni Anis Matta mengenai bus peserta kampanye PKS yang melanggar ketertiban, dna kemudian diikuti oleh Gerindra dengan aksi pernyataan pedagang asongan di Senayan yang katanya belum dibayar namun ini kurang mengangkat minat pengguna twitter di Indonesia untuk bereaksi. Termasuk PDIP, ketiga parpol tersebut banyak dibicarakan di Twitter dan Facebook ditenggarai oleh situs berita paling populer yakni Detik.Com. Namun jika kita masukkan kata kunci calon presidennya maka Jokowi jauh menempati urutan pertama, kedua Prabowo, dan lebih sedikit yang bicarakan Anis Matta. Seharusnya Parpol tidak lepas dari Capres yang diusungnya.

Bagaimana Cara Merekayasa Popularitas di Sosial Media ?

Kita dapat membuat suatu jasa social media buzzer terutama untuk di Twitter, Fan Page Facebook dan Youtube Views serta Comment. Di luar Indonesia, banyak orang-orang yang ahli dalam hal ini dengan menggunakan “perangkat perang sosial media” yang beragam. Ada perangkat yang kerjanya untuk membuat akun, ada perangkat yang kerjanya me-retweet satu atau beberapa akun tertentu, ada perangkat yang kerjanya memberikan mention ke akun orang lain yang menyebutkan kata kunci tertentu. Tentunya, perlu penelitian dan pengalaman yang cukup untuk melakukan semua ini.

Mungkinkah dalam 1 minggu nge Buzz di Twitter dapat mencapai 1 juta orang yang membicarakan ?

Bisa saja, tentunya dengan jumlah 1 juta yang bicarakan di Twitter dalam 1 minggu maka dibutuhkan ratusan bahkan ribuan akun twitter untuk posting, mention, retweet .. sampai terbentuk topic trending dan ini bisa lebih cepat lagi tercapai 1 juta pembicaraan.

Kesimpulan

Kita tidak perlu terjebak dengan pernyataan yang belum tentu benar sekalipun yang menyatakan seorang yang terhormat dan bergelar Professor sekalipun. Pilih partai yang mempunyai visi misi yang jelas dan tidak terlalu banyak ucap janji, karena siapapun Presiden RI ke-7 tetap saja dia harus menaikkan harga BBM.

Popularitas Partai Politik Peserta Pilpres 2014 di Social Media
Popularitas Partai Politik Peserta Pilpres 2014 di Social Media
Pengguna Social Media di Indonesia mencapai puluhan juta orang, tentunya banyak Parpol yang berebut membentuk opini bahwa Partainya paling Populer di Sosial Media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *