Apa Itu Pembangkit Listrik Tenaga Surya Secara Garis Besar

Menyinggung soal pasokan listrik yang ada di Indonesia, kita tidak bisa lepas dari adanya pemadaman listrik bergilir yang sering sekali dilakukan di hampir semua wilayah di berbagai penjuru tanah air. Hal ini disebabkan karena pasokan listrik di Indonesia sangat terbatas, hingga akhirnya juga masih ada beberapa tempat yang tidak mendapatkan fasilitas listrik.

Dan pada artikel kali ini kita akan membahas tentang apa itu pembangkit listrik tenaga surya, yang konon katanya mampu menghasilkan listrik dari sumber daya yang tak terbatas, yaitu energi matahari. Belakangan ini penemuan akan tenaga listrik memang gencar dibicarakan, akan tetapi pemanfaatannya masih belum maksimal karena mungkin membutuhkan dana yang besar juga untuk membuat PLTS.

Apa Itu Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Sesuai dengan namanya Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah sebuah alternatif pembangkit listrik yang dihasilkan dari tenaga surya atau matahari. Jadi bukan menggunakan bahan bakar fosil yang lambat laun semakin terkuras dan tentu akan habis. Prinsip kerja PLTS ini adalah dengan cara mengubah energi matahari yang terkumpul di panel surya menjadi energi listrik melalui semi-konduktor atau sel surya dengan teknologi Fotovoltaik.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya

apa itu pembangkit listrik tenaga surya

Ada berbagai macam jenis panel surya yang digunakan untuk menyerap sinar matahari. Bahan yang umum digunakan dalam pembuatan panel surya ini dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu Amourphous Silicon, Polycrystallin Silicon, dan Monocrystallin Silicon. Ketiga jenis ini memiliki efisiensi yang berbeda.

Pada jenis Amourphous Silicon, warnanya kehitaman dan agak gelap. Pada umumnya jenis silicon ini digunakan pada perangkat yang membutuhkan daya listrik rendah, contohnya adalah kalkulator. Anda pasti sering melihat kalkulator yang memiliki panel surya. Efisiensi Amourphous Silicon ini dinilai paling rendah diantara dua jenis bahan lainnya, yaitu berkisar antara 3-5% saja.

Jenis kedua adalah Polycrystalin Silicon, yang warnanya agak kebiruan dan memiliki bercak-bercak biru muda dan biru tua. Jenis bahan inilah yang paling banyak digunakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya dalam skala kecil. Efisiensinya mencapai belasan persen, dan tentu lebih baik dari jenis Amourphous Silicon. Sedangkan jenis Monocrystallin Silicon sebenarnya memiliki efisiensi yang paling tinggi diantara dua jenis bahan lainnya. Bahan ini bisa dikenali dari warnanya yang kebiruan polis tanpa adanya bercak. Akan tetapi karena efisiensinya yang memang tinggi, harga bahan Monocrystallin Silicon ini adalah yang paling mahal.

Sampai di sini apakah Anda sudah paham tentang apa itu pembangkit listrik tenaga surya? Jika belum, kita lanjutkan pembahasannya.

Kemampuan sebuah panel surya akan ditentukan dari sedikit banyaknya cahaya yang dipantulkan lagi dan diterima atau diserap. Oleh karena itu, letak dan posisi pemasangan panel surya harus diperhitungkan baik-baik agar arahnya tepat dan bisa menerima sinar matahari secara maksimal sepanjang tahunnya.

Setelah masuk ke panel surya, cahaya matahari akan diserap oleh bahan semi-konduktor tersebut. Lalu melalui beberapa proses atau tahapan yang menyebabkan pelepasan elektron. Elektron tersebut kemudian akan menuju ke bahan semi-konduktor lainnya. Akhirnya terjadi gaya tolak menolak antar bahan semi-konduktor, lalu terciptalah aliran listrik.

Kira-kira seperti itulah penjelasan mengenai apa itu pembangkit listrik tenaga surya dan bagaimana cara kerjanya. Jika ditelaah, penggunaan listrik dari tenaga surya ini bisa memberikan dampak positif ketika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Sekian dan semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *