Mengenal Block Storage Sebagai Konsep Peyimpanan di Data Center

konsep block storageBlock storage atau block data storage merupakan salah satu konsep arsitektur penyimpanan di data center. Sistem block penyimpanan dapat mengurangi overhead dan mempercepat penanganan aliran data, dengan menempatkan data ke dalam blok (blocking) dan deblocking pada saat ada permintaan data (data keluar).

Definisi Block Storage

Blok penyimpanan atau block storage adalah jenis penyimpanan data yang biasanya digunakan dalam lingkungan Storage-Area-Network (SAN) dimana data disimpan dalam volume yang juga disebut sebagai blok.

Setiap blok bertindak sebagai hard drive individu dan dikonfigurasi oleh administrator. Blok ini dikendalikan oleh sistem operasi berbasis server, dan umumnya diakses oleh Fibre Channel (FC), Fibre Channel over Ethernet (FCoE) atau protokol iSCSI.

Karena volume diperlakukan sebagai hard disk individu, penyimpanan blok bekerja dengan baik untuk menyimpan berbagai aplikasi seperti file sistem dan database. Sementara perangkat blok penyimpanan cenderung lebih kompleks dan mahal dari file storage, namun juga cenderung lebih fleksibel dan memberikan kinerja yang lebih baik.

Keunggulan Block Storage sebagai Fasilitas Penyimpanan di Data Center

Blok Storage memberikan kinerja dan kecepatan yang lebih baik dibanding dengan sistem file storage. Masing-masing volume blok dapat diperlakukan sebagai disk drive independen dan dikontrol oleh Server OS eksternal.

Block storage banyak digunakan pada aplikasi penting sepeti sebagian besar aplikasi yang memakai RDBMS (Relational Data Base Managemen System), seperti Oracle, DB2, SAP Business One, dan lain-lain.

Berikut beberapa keunggulan block storage:

  • Kinerja dan kecepatan lebih baik daripada sistem penyimpanan file storage.
  • Masing-masng volume blok penyimpanan dapat diperlakukan sebagai disk drive yang independen dan dikendalikan oleh sistem operasi berbasi server.
  • Tiap blok dapat di format dengan sistem file yang dibutuhkan aplikasi, seperti NFS, NTFS, SMB dan lain-lain.
  • Banyak digunakan pada lingkungan storage-area-network karena lebih dapat diandalkan, dan sistem transfernya sangat efisien.
  • Selain bagus untuk menyimpan file, juga ideal untuk aplikasi khusus seperti database, dan pada lingkungan virtualisasi, sehingga juga dapat diakses oleh beberapa data center (multi data center access).
  • Ideal untuk penggunaan data yang besar, akses lebih cepat dan kinerja pemrosesan database sangat tinggi, terutama pad era big data dan IoT sekarang ini.
  • Aplikasi yang sering diakses akan mendapatkan keuntungan dari kecepatan dan konsisten input / output dari kinerja volume.

Pada awal pertama kali, SAN (storage-area-network) merupakan sumber daya penyimpanan yang didedikasikan untuk server tunggal. Sekitar pada pertenghaan tahun 1990-an hadir FC SAN (saluran fiber SAN) yang memungkinkan pemisahan server dan storage, membuat penyimpanan tunggal yang dapat diakses lebih dari satu server.

Dengan kemampuan shared access tersebut, sistem penyimpanan block storage dpaat dipakai pada lingkungan VMware (data center virtual) yang terhubung pada sistem hypervisor.

Adapun sasaran penggunaan block storage adalah untuk organisasi yang :

  • Membutuhkan skala penyimpanan indpenden yang besar dan dapat di kendalikan secara mandiri dari server cloud mereka.
  • Membutuhkan penyimpanan berkinerja tinggi untuk database atau aplikasi I/O intensif seperti untuk analisa big data (HADOP) dan sebaginya bagi para pabrikan produk consumer goods seperti perusahaan Unilever Indonesia, perusahaan pertambangan dan perusahaan manufaktur kendaraan.
  • Ingin mengurangi biaya penyimpanan hingga 5x lipat tanpa mengurangi kinerja
  • Implementasi rencana keberlangsungan usaha (BCP) untuk tujuan pemulihan bisnis dengan menangkap snapshot terakhir dan melakukan replikasi ke data center untuk pemulihan dalam waktu cepat
  • Ideal untuk database NoSQL karena volume kinerja dapat ditetapkan dengan IOPS tertentu untuk mencapai kecepatan baca / tulis tertentu.

Cara Kerja Block Storage

Meskipun layanan utama Block Storage (volume, scheduler, API) dapat di colocation pada lingkungan produksi, namun lebih umum untuk menyebarkan beberapa tugas dari layanan volume melalui satu atau lebih penugasan API dan layanan scheduler dalam mengelola block storage.

cara kerja block storage

Masing-masing pengguna dapat mengakses langung ke block storage yang sudah di otorisasi untuk mereka, dan pemformatan per blok dapat dilakukan seperti yang dijelaskan diatas. Disinilah block storage sangat berguna untuk infrastruktur data center virtual dimana memungkinkan untuk memberikan layanan Cloud IaaS.

Block storage bekerja dalam lingkup membuat, menghapus, dan menyediakan daftar. Perlu di ingat, bahwa informasi yang disimpan pada block bukanlah sebuah file seperti pada sistme hardisk.

Sistem block akses penyimpanan mengunakan protokol SCSI, iSCSI, dan FC sangat diperlukan karena mereka bekerja langsung ke sistem penyimpanan secara optimal dan dapat menangani semua jenis data secara efisien. Disinilah block storage sangat diperlukan perusahaan-perusahaan besar dalam analisa big data agar pekerjaan analisa selalu dapat dikerjakan dalam waktu cepat seperti dalm hitungan detik.

Kesimpulan:

Block storage merupakan penyimpanan skala besar yang memiliki performa tinggi khususnya untuk memproses database. Dengan sistem clusterisasi maka pengendalian blok dapat diberikan ke tiap pengguna dan keamanan lebih mungkin dilakukan dengan sistem zero trust network pada pengunaan perangkat secara bersama-sama dalam hal ini perangkat block penyimpanan. Blok penyimpanan memungkinkan untuk diakses secara bersama-sama tanpa menyebabkan bottle-neck atau membuat bandwidth menjadi overload.

Oleh karena itu, bagi perusahaan besar dan insansi pemerintahan. Selain memakai NAS untuk di ruangan kerja per lantai, ada baiknya mulai mengganti dengan memakai block storage yang perangkat serta manajemennya dapat diadakan oleh sebuah jasa penyedia solusi IT di Indonesia yang sudah memiliki pengalaman terbukti baik di Indonesia maupun di beberapa negara lain.

Comments (3)

  1. […] penyimpanan juga dapat dipahami dengan baik melalui artikel sebelumnya mengenai teknik penyimpanan block storage. Kita tahu blok adalah sepotong data, dan ketika blok yang sesuai digabungkan, hal tersebut membuat […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *