Cara Fermentasi Tetes Tebu untuk Ethanol

Tetes tebu atau molase merupakan salah satu hasil dari pengolahan gula tebu. Pada tetes tebu terdapat kandungan sukrosa, asam organik dan juga gula pereduksi. Kandungan gula yang terdapat pada molase berkisar 48%-56% dengan kadar pH sekitar 5.5-5.6. Biasanya pembuatan molase ini dilakukan di pabrik pembuatan gula tapi bisa juga dibuat sendiri dengan memasak gula hingga menjadi kental. Ada 2 jenis molase yang bisa digunakan untuk fermentasi yaitu molase yang berwarna hitam (dark) dan juga molase yang berwarna pekat (coklat tua).

Molase hitam merupakan hasil dari pengolahan kristalisasi gula tebu (cairan gula). Pada tetes tebu hitam ini memiliki kandungan 50% bobot gula yang terdiri dari 60%-70% gula invert dan juga sukrosa. Sedangkan untuk molase pekat merupakan cairan gula yang sudah diuapkan sehingga kandungan gula di dalamnya terdiri dari 70%-80% yang mana kandungan 70% adalah gula invert. Molase yang berwaran coklat tua atau pekat ini memiliki kandungan yang sangat baik untuk kesehatan tubuh seperti magnesium, potasium, kalsium, zat besi dan lainnya. Selain itu, pada molase ini juga terdapat berbagai macam kandungan vitamin.

Cara Fermentasi Tetes Tebu untuk Etanol

Cara Fermentasi Tetes Tebu untuk Etanol

Kedua bentuk molase atau tetes tebu ini sudah sering digunakan dalam proses fermentasi. Berikut ini proses atau cara fermentasi tetes tebu untuk pembuatan ethanol :

Sebelum menjalankan proses fermentasi, siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan terlebih dahulu yaitu:

Tetes tebu atau molase dengan kadar gula 50%
NPK
Urea
Air
Fermipan (ragi roti)

Tahap pertama yang harus anda lakukan adalah mengencerkan tetes tebu atau molase terlebih dahulu. Pastikan tetes tebu dicairkan hingga konsentrasinya mencapai 14%. Namun, jika bobot gula kurang dari 50% maka sebaiknya anda sesuaikan takaran air dengan kadar gula awalnya, sehingga kadar gula pada akhirnya mencapai 14%. Kemduian, masukkan ke dalam fermentor.

Sedangkan penambahan urea dan NPK disini bertujuan untuk memberikan nutrisi pada ragi. Kadar Urea yang dibutuhkan yaitu 5% dari besarnya kadar gula yang ada di dalam larutan fermentasi. Sedangkan untuk kadar NPK besarnya 0.1% dari kadar gula yang di dalam larutan fermentasi. Banyaknya NPK kurang lebih 14 gr, dan untuk urea sebanyak 70 gr. Haluskan urea dan NPK kemudian campurkan dengan larutan molase(cairan molase) dan haduk hingga rata.

Kemudian, tambahkan ragi sebanyak 0.2% dari kadar gula yang ada di dalam larutan molase. Mengikuti contoh diatas, maka ragi yang ditambahkan sebanyak 28gr. Berikan air hangat pada ragi tersebut secukupnya dan aduk hingga mengeluarkan busa. Setelah itu masukkan ke dalam fermentor. Setelah semua bahan dimasukkan ke dalam fermentor, kini proses fermentasi dilakukan.

Pada saat proses fermentasi berjalan akan keluar gelembung-gelembung CO2 yang dihasilkan selama fermentasi berlangsung. Pastikan suhu di dalam fermentor tidak lebih dari 360oC dengan kadar pH yang harus dipertahankan yaitu 4.5-5. Tanda fermentasi sudah selesai dilakukan adalah sudah tidak ada lagi gelembung-gelembung udara CO2 yang ada di dalam fermentor. Besarnya kadar ethanol yang dihasilkan dari proses fermentasi ini adalah 7%-10%.

Semua cara fermentasi tetes tebu untuk ethanol yang telah dijelaskan diatas tidak sulit untuk dijalankan. Anda bisa membeli peralatan atau bahan yang diperlukan di toko kimia yang dekat dengan lokasi anda. Pastikan setiap pengukuran dalam proses fermentasi ini dilakukan dengan benar, supaya kadar ethanol yang dihasilkan bisa sesuai dengan harapan anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *