Cara Mengemudi Mobil di Jakarta

Banyak orang di Jakarta dan kota besar di Indonesia yang padat jalanannya lantas mengemudi mobil secara serampangan alias mengemudi seenaknya. Sebetulnya di Jakarta tidak perlu mengemudi secara membabi-buta jika mau cepat .. justru dengan cara tidak sabaran seperti itu malah akan semakin lama sampai tujuan atau malah bisa terkena masalah tabrakan dengan kendaraan lain.

Mengemudi Tepat Jalur dan Taat Lajur

Jalur adalah garis lintasan putus-putus, sedangkan lajur adalah garis tak putus yang artinya tidak boleh berpindah dari satu jalur ke jalur lainnya. Ini demi keamanan dan kelancaran dalam mengemudi.

Antisipasi “U-Turn” Putaran Balik Kendaraan

Dengan mengantisipasi U-Turn dan mengantisipasi angkutan umum yang berhenti maka kita dapat berpindah jalur lebih cepat untuk menghindari terhambatnya laju kendaraan yang disebabkan oleh bis berhenti seenaknya, mobil mogok dan lain-lain. Untuk dapat mengantisipasi, kita harus bisa menjaga jarak dengan kendaraan lain di depan.

Jaga Jarak Depan Saat Macet

Cukup dengan tepat jalur dan menjaga jarak dengan kendaraan di depan saat macet (sekitar 1 meter) maka ruang anda tidak bisa disalip kendaraan lain saat macet, misal macet di pintu tol (tol kok macet ya :d)

Jaga Jarak Aman di Lintasan Rel Kereta

Di Jakarta, sering kemacetan terjadi di perlintasan kereta. Jika anda tidak jaga jarak aman untuk melintasi rel kereta tersebut maka anda dapat terjebak di tengah perlintasan rel tersebut dan jika ada kereta lewat maka anda dapat tertabrak. Jika pintu palang sudah dibuka dan giliran anda untuk melintasi rel tersebut maka anda harus tunggu sampai aman untuk melintasi rel tersebut, jika didepan masih macet maka jangan coba-coba nekat melajukan kendaraan anda.

Atur Volume Suara Speaker

Jika jalanan padat sebaiknya anda tidak mengatur volume suara terlalu keras agar supaya anda dapat mendengar suara motor dan kendaraan di sisi anda.

Telepon, SMS, BB dan lainnya

Saat mengemudi mobil, untuk baca SMS baiknya anda meminggirkan mobil anda terlebih dahulu, ketimbang anda melihat ponsel lantas di depan melakukan rem mendadak karena ada orang nyebrak sudah tentu anda tidak akan sempat menghindari tabrakan dengan mobil di depan anda.

[adsenseyu1]

Berangkatlah lebih awal

Jika anda memiliki rutinitas dan janji, berangkatlah lebih awal. Untuk di Jakarta waktu dibutuhkan rata-rata sekitar 2 jam dengan kemacetan yang semakin parah.

Demikian penjelasan singkat dari kami, semoga bermanfaat untuk para pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *