Memilih Disaster Recovery Center untuk Bisnis Anda

Memilih Disaster Recovery Center untuk Bisnis AndaUntuk dapat terus mendukung kinerja operasional perusahaan, sangat penting untuk mengetahui faktor dan pendekatan apa saja yang diperlukan dalam memilih disaster recovery center yang dapat diandalkan. Dengan strategi mitigasi bencana yang baik, kelangsungan usaha dapat tetap terjaga. Sebab bencana dapat terjadi kapan saja, seperti kebakaran, gedung runtuh, kegagalan sistem dan jaringan karena salah konfigurasi atau akibat serangan dari para pesaing, gempa bumi, dan lain-lain.

Manfaat Disaster Recovery Center

Beberapa kegunaan disaster recovery center untuk bisnis antara lain:

  • meningkatkan operasional bisnis,
  • meningkatkan kinerja dan kelancaran bisnis,
  • mengurangi gangguan dan kerugian bisnis akibat downtime,
  • memberikan kepuasan yang lebih tinggi ke pelanggan.

Agar strategi disaster recovery (DR) dapat berjalan sesuai rencana, salah satu kontributor penting adalah Disaster Recovery Site yang dapat menjamin ketersediaan layanan kepada pelangga selama bencana.

Faktor Penting dalam Memilih Disaster Recovery Center (DRC Site)

Berikut beberapa faktor yang penting untuk dipertimbangkan dalam memilih DRC Site:

  • Tier Data Center (Peringkat Data Center)

    Tingkatan data center atau tier data center dibagi dari Tier 1 dengan rasio dapat di akses 99.67% selama setahun, Tier 2 dengan ketersediaan 99.74%, data center tier 3 yang memiliki semua atribut pada tier 1 dan 2 disamping beberapa jalur ditrsibusi listrik yang memiliki lebih dari 1 sumber sehingga dapaat diakses selama 99.98% dalam satu tahun, dan tier 4 dengan ketersediaan 99.99% selama setahun. Dalam membuat keputusan untuk memilih DRC Site, harus ditentukan sesuai kebutuhan berbagai aplikasi dan tingkat rasio akses tersebut.

  • Jarak Dari Data Center Utama

    Faktor lainnya dalam memilih recovery data center adalah jarak antara data center utama (internal data center di perusahaan) dengan DRC Site. Ini sangat penting, karena akan mempengaruhi keamanan perangkat dan data penting perusahaan, pilihlah lokasi yang berjarak antara 25km sampai 100km agar network latency tidak terlalu tinggi, sehingga zero data loss dapat di capai saat proses backup dan restore. Jika terlalu dekat dengan data center di kantor anda maka backup data lebih rentan terhadap ancaman karena berada dilokasi dengan radius yang dapat terkena dampak bencana, sehingga sangatlah tidak efektif jika kantor anda berada di Jakarta lantas DRC site juga di Jakarta.

  • Zona Seismik

    Zina seismik adalah suatu wilayah dimana aktivitas seismik terjadi secara konstan. Setiap negara telah menandai darerah mana saja yang masuk dalam zona seismik. Dalam sudut pandang memilih disaster recovery center, sangat penting untuk memastikan data center utama dan DRC site berada diluar wilayah seismik sehingga dapat meminimalisir kerusakan perangkat atau gangguan jaringan akibat kegiatan seismik.

  • Kondisi Lingkungan Sekitar

    Faktor berikutnya untuk dipertimbangkan dalam memilih disaster recover center adalah dengan melihat kondisi sekitar lingkungan, seperti cuaca, bahaya lingkungan, dan sebagainya. Sangat penting memilih DRC site dilokasi yang sejuk dan sering hujan seperti di Bogor, banyak sumber air, dekat kantor Polisi dan Pemadam Kebakaran. Selain itu juga wajib perhatikan struktur bangunan gedung data center dan bahan material yang dipakai, seperti apakah tahan terhadap gempa sekian skala richter dan menggunakan semen tahan api atau tidak, karena sebuah data center untuk disaster recovery seharusnya memang dirancang khusus untuk menghadapi bencana.

  • Ketersediaan Konektivitas Multi Operator

    Saat terjadi bencana seperti kegagalan sistem ataupun bencana alam di data center internal, sarana komunikasi sangat penting untuk berinteraksi baik melalui suara maupun melalui data (internet). Oleh karena itu dalam memilih disaster recovery center harus dipertimbangkan ketersediaan konektivitas yang bersumber tidak hanya dari 1 operator telkom saja.

  • Aksesibilitas Data Center

    Faktor berikutnya adalah aksesibilitas ke situs DRC Site. Ini akan menjadi sangat penting ketika bencana terjadi dan operasional perusahaan harus beralih sementar ke situs DRC. Jika situs tersebut diakses, operasi dapat dilanjutkan lebih cepat. Akses menuju lokasi DRC site pun dapat menjadi faktor penting dalam hal aksesibilitas pada kondisi darurat jika termasuk akan di gunakan sebagai BCP Office (kantor sementara).

  • Ketersediaan Kapasitas dan Skalabitas

    Dalam memilih disaster recovery center harus pertimbangkan rencana kebutuhan di masa depan, oleh karena itu jika sebuah fasilitas data center yang akan di ketahui memiliki ruangan dan fasilitas yang masih memungkinkan untuk menempatkan perangkat IT perusahaan anda maka pilihlah data center tersebut.

  • Perbandingan Biaya

    Banyak perusahaan yang akan membangun DRC Site sendiri di lokasi tertentu, namun ini akan sangat menguras modal perusahaan, sedangkan jika sewa ruangan di data center yang memenuhi syarat sebagai disaster recovery center maka jauh lebih hemat dan modal perusahaan masih dapat terus di gunakan untuk perputaran bisnis utama perusahaan.

Setelah faktor pemilihan disaster recovery center tersebut diatas sudah terpenuhi, maka selanjutnya ada beberapa pendekatan yang perlu dilakukan.

Pendekatan dalam Memilih DRC Site

Berikut beberapa pendekatan yang dapat dilakukan sebelum mengambil keputusan, untuk lebih “memastikan” dalam memilih DRC site sebagai strategi keberlanjutan usaha anda:

  • Pengumpulan Persyaratan

    Dalam fase ini, strategi mitigasi bencana (BCP Plan) dan kebijakan yang dirumuskan oleh para Chief Information Office (CIO) harus dapat dipahami dengan jelas, seperti Work Recovery Time (WRT), Recovery Point Objective (RPO), Recovery Time Objective (RTO), serta Service Level Agreement (SLA) harus di kumpulkan di dokumentisikan.

  • Penilaian

    Pendekatan berikutnya adalah untuk menilai kebutuhan dan menyelesaikan berbagai faktpr yang perlu dipertimbangkan dalam rangka pemilihan penyedia data center yang tepat berdasar lokasi termasuk beberapa faktor yang disebutkan diatas. Metode skor tertimbang dapat digunakan dalam memilih disaster recovery center.

  • Laporan

    Tahap ini adalah final dan sudah membuat keputusan berdasar faktor dan kedua pendekatan diatas terhadap sebuah penyedia data center yang dipilih sebagai disaster recovery center perusahaan anda.

Kesimpulan:
Memilih disaster recovery center yang tepat untuk perusahaan anda merupakan hal penting untuk dapat terus mendukung operasional usaha anda, baik untuk aktifitas karyawan maupun untuk melayani pelanggan. Dengan proses strategi mitigasi bencana dan memilih data center yang lokasinya ideal dan ter-definisi dengan baik untuk dipilih sebagai DRC Site, maka ini dapat lebih memudahkan bagi perusahaan untuk berhasil dalam tujuan usahanya.

Comments (5)

  1. […] Ketika ambang batas tercapai, secara otomatis dan dalam hitungan detik seluruh sistem sudah terhubung ke data center (dual mode operation) sehingga setelah sistem di kantor anda shutdown maka kembali ke single operation mode akan tetapi sudah melalui jalur akses ke infrastruktur disaster recover center di lokasi yang berbeda dari data center kantor anda. […]

  2. niagaarthachemcons

    untuk mencegah kebakaran pada gedung. Penyekat Api yang digunakan untuk mencegah terjadinya rambatan api dari satu ruang ke ruangan lain sehingga melokalisir penyebarannya

  3. betul sekali .. bisa juga pakai semen tahan api

  4. […] di baca juga mengenai cara memilih disaster recovery center atau DRC site yang tepat sesuai kebutuhan, syarat dan kebijakan perusahaan […]

  5. […] Lantas apa saja kriteria solusi disaster recovery yang dapat di andalkan ?¬†silahkan baca artikel mengenai : Cara Memilih Solusi Disaster Recovery. […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *