Tips Memilih Solar Panel untuk Data Center

Memilih Panel Surya untuk Green Data CenterHarga solar panel semakin murah dalam beberapa tahun ini. Harga solar panel mulai dari dibawah satu juta rupiah sampai 6 juta rupiah per panel, tergantung kualitas dan beberapa faktor. Selain harga, ada beberapa hal penting dalam memilih Panel Surya Terbaik untuk sistem sumber listrik yang akan dipasang di tempat anda, karena solar panel bersifat jangka panjang.

Oleh karena itu sebaiknya dalam memilih panel surya, harga bukanlah salah satu penentu dalam memilih solar panel. Berikut tips memilih modul sistem solar panel untuk pembangkit listrik alternatif pada sebuah fasilitas Green Data Center dan juga dapat di terapkan untuk perumahan serta perkantoran modern.

Tips Memilih Panel Surya untuk Green Data Center

Harga Solar Panel

Tergantung oleh beberapa faktor, namun secara umum dalam hal mencari yang cocok untuk digunakan di lokasi data center sebagai salah satu sumber energi, harganya berkisar diatas satu juta per panel.

Harga solar panel sangat di tentukan oleh kapasitas output (Watt), ukuran fisik, merk, kualitas material, ketahanan (periode garansi yang diberikan) dan beberapa sertifikasi industri solar panel yang dimiliki pabrikan.

Biaya yang anda keluarkan juga akan tergantung pada jumlah panel dalam paket lengkap yang dibeli. Semakin banyak modul dalam sistem maka umumnya akan semakin berkurang biaya per unitnya.

Namun, memilih panel surya hanya berdasar harga saja juga kurang bijaksana, karena mungkin tidak cocok di daerah dimana anda akan memasangnya, sertifikasi industri solar panel sangat penting untuk mengetahui kualitasnya dan mengukur kemampuannya secara umum agar dapat memberikan kinerja terbaik dan pengukuran terhadap penghematan yang dapat anda lakukan dalam jangka panjang dengan memulai dari perhitungan Return on Investment (ROI).

Tiga Tingkatan Pada Kualitas Panel Surya

Seperti tier pada data center, panel surya juga memiliki 3 Tier terhadap kualitas yang dimiliki hanya saja bedanya Tier 1 adalah yang kualitas tertinggi, sedangkan pengertian tier pada data center justru tier 1 adalah kualitas yang paling rendah.

Selain biaya, sangat penting mempertimbangkan bagaimana panel surya tersebut di produksi dan bahan apa saja yang digunakan agar kita dapat memilih panel surya yang terbaik sesuai kebutuhan. Ada tiga tingkatan kualitas (3 Tier Quality) produk panel surya, sebagai berikut:

  • Tier 1. Produksi sudah terintegrasi secara vertikal, yang berarti setiap tahap proses manufaktur dapat diawasi. Perusahaan tier 1 panel surya selain berinvestasi pada riset dan pengembangan juga menggunakan robot canggih untuk proses produksi, dan telah memproduksi panel surya lebih dari 5 tahun. Produsen Tier 1 menggunakan silikon kualitas terbaik untuk memproduksi sel surya yang dimana semakin tinggi grade silikon maka semakin lama sel surya dapat bertahan dan memberikan output yang maksimal dan dijual dengan harga yang sesuai dengan kualitasnya.
  • Tier 2. Termasuk perusahaan yang berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan panel surya, dengan gabungan produksi manual dan robot dan telah membuat panel surya sekurangnya 2 – 5 tahun. Umumnya Tier dua produsen panel surya ini sudah memproduksi panel yang baik dengan harga yang cukup terjangkau.
  • Tier 3. Mencakup 90% pordusen baru, perusahaan ini merakit panel saja, mereka biasanya tidak memproduksi sel dan tidak melakukan investasi dalam penelitian dan pengembangan. Sering ditemui harga yang ditawarkan lebih murah, dengan memperkerjakan karyawan untuk menyolder sel surya yang mana bukan pendekatan yang baik untuk standar kualitas dan kualitas dapat berbeda-beda seperti ada yang bagus dan ada yang tidak bagus.

Perbandingan Harga Solar Panel dengan Kualitasnya

Karena tidak semua produsen memproduksi modul yang sama, ada berbagai faktor lain yang harus dipertimbangkan dalam memilih panel surya, seperti:

  • Toleransi
    Ini merupakan rentang apakah panel surya tersebut dapat berjalan sesuai kebutuhan. Misalnya, sebuah modul surya mungkin tertera keterangan 200 Watt, namun karena masalah kontrol kualitas dari produsen bisa saja kekuatannya hanya di 195 watt. Oleh karena itu toleransi positif perlu dipertimbangkan agar dapat memenuhi standar kebutuhan listrik di lokasi anda.
  • Koefisien Temperatur
    Tingkatan koefisien temperatur penting dalam menentukan efek dari suhu tinggi terhadap kinerja panel surya setelah terpansang. Semakin rendah persentase per deracat Celcius maka semakin baik. Harga modul untuk daerah sejuk dapat menjadi lebih murah, namun jika dipasang di daerah yang sering panas maka akan menjadi sia-sia.
  • Efisiensi Konversi
    Efisiensi yang timbul terhadap bagaimana sebuah panel surya mengubah energi surya menjadi energi listrik akan menentukan berapa banyak daya listrik yang di hasilkan. Jika dua panel surya harganya sama dengan satu panel surya yang memiliki konversi efisiensi yang lebih tinggi maka dapat menghemat ruang panel surya.
  • Ketahanan terhadap Potensi Degradasi Induksi
    Ppotential-induced degradation (PID) atau potensi degradasi induksi disebabkan oleh arus liar yang dipicu oleh kondisi iklim tertentu. Fenomena tersebut dapat menyebabkan hilangnya kemampuan panel surya yang cukup besar.
  • Ketahanan LID
    Light Induced Degradation (LID) adlaah sebuah proses yang terjadi dalam beberapa bulan pertama setelah panel surya dipasang. Setelah stabil dalam beberapa periode, sebuah panel surya dapat saja kehilangan kemampuan menghasilkan daya listrik. Pilihlah solar panel yang tidak ada LID nya.
  • Energi yang Terkandung
    Aspek penting lainnya adalah dengan memperhatikan energi yang dapat dimuat pada panel surya yang mencerminkan bagaimana energi listrik dapat di produksi secara intensif. Disini dapat di ukur seberapa cepat pengembalian modal sistem listrik tenaga surya terhadap penghematan biaya listrik PLN.
  • Ketahanan
    Atau umur pakai dan masa garansi perlu diperhatikan dengan dasar beberapa alasan, seperti dalam meng-indikasi bahwa produsen panel surya tersebut sangat yakin atau kurang begitu yakin terhadap produk yang mereka hasilkan. Produsen panel surya yang baik biasanya memberikan garansi sekitar 25 tahun.
    Namun satu hal yang perlu diingat mengenai garansi adalah bahwa garansi tersebut hanya berlaku selama perusahaan tersebut tetap ada. Ini merupakan alasan lain mengapa lebih baik membeli panel surya dari produsen terkenal ketimbang yang baru berdiri, sebab jika dalam beberapa tahun perusahaan tersebut lenyap maka hak garansi tidak akan kita dapatkan. Dalam meng-antisipasi hal ini, sangat penting untuk memilih jasa instalasi listrik tenaga surya yang ahli melakukan perbaikan modul panel surya.
  • Ukuran dan Watt
    Harga Panel surya biasanya di ukur dengan watt, semisal sekian rupiah per watt yang dihasilkan dari setiap modul. Panel 100 watt yang di pasang akan menghasilkan listrik 100 watt per jam pada kondisi ideal, dan panel surya 200 watt akan menghasilkan listrik 200 watt per jam. Oleh karena itu perlu membandingkan harga panel 200 watt dengan 100 watt dalam memilih panel surya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang ada di lokasi anda.Ukuran fisik panel surya juga mempengaruhi daya listrik yang dapat di hasilkan, yang berarti panel 200 watt akan lebih besar dari panel 100 watt. Jenis sel surya yang digunakan juga menentukan ukuran panel surya. Oleh karena itu perlu direncanakan kedepannya mengenai solar panel yang akan di pasang yang berapa watt dengan memperhatikan kecukupan ruang untuk memasang panel surya tersebut, jika tidak maka anda akan terpaksa mengganti panel surya yang sebelumnya sudah terpasang.

Ada 3 jenis panel sel surya secara umum berikut kami ulangi lagi sebelum masuk pada kesimpulan pemilihan panel surya untuk green data center serta perumahan dan kantor modern ramah lingkungan:

  • Silikon Monokristal (Monocrystalline silicon). Dapat memberikan efisiensi tinggi dan toleransi panas yang baik.
  • Multi Kristal (Polycrystalline). Merupakan pilihan paling populer di perumahan modern. Pengembangan terbaru pada panel surya dari multi kristal telah menghasilkan produk yang jauh lebih baik dan lebih murah harga solar panelnya di banding dengan yang gterbuat dari mono kristal, juga ukuran semakin mengecil sertia lebih efisien dan memiliki toleransi panas yang lebih baik.
  • Silikon Amorf (kaca film tipis). Modul thin film ini memiliki efisiensi konversi tertinggi dari jenis lainnya.

Kesimpulan :

Singkatnya ada 4 hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih panel surya selain harganya:

  1. Pertimbangkan bagaimana modul panel surya tersebut di produksi dan menggunakan bahan apa saja.
  2. Telitilah kinerja panel surya tersebut pada kondisi di lapangan, termasuk toleransi positif, rating koefisien temperatur, ketahanan PID dan LID serta tingkat efisiensi.
  3. Bandingkan garansi solar panel yang diberikan secara cermat
  4. Dapatkan informasi mengenai produsen solar panel tersebut, jangan sampai membeli dari perusahaan yang tidak stabil komitmen nya dalam usaha solar panel, paling tidak perusahaan tersebut sudha memproduksi solar panel lebih dari 5 tahun.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda dalam memilih panel surya untuk perusahaan-perusahaan penyedia fasilitas data center di Indonesia dan pabrik di kawasan industri seperti di Cibitung, sehingga alam dapat lebih terjaga keseimbangannya. Terimakasih telah meluangkan waktu dalam membaca tulisan ini.. 😉

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *