Mobil SMK versus Mobil Murah

Beberapa waktu yang lalu di Jakarta diselenggarakan pameran mobil murah dari Jepang. Kini perusahaan automotif lokal asli Indonesia PT SMK yang memproduksi mobil SMK SUV R2 juga siap bersaing dipasaran akan tetapi Mobil SMK ini harganya lebih mahal dibanding dengan mobil murah Jepang. Lantas apa yang membuat Mobil SMK siap bersaing dipasaran ?

Berikut beberapa faktor yang membuat mobil SMK siap bertarung dipasaran dengan mobil murah.

  1. Beda Kelas dan Lebih Irit Mobil Esemka, Mobil SUV buatan Esemka memiliki CC 1600cc dan bahan bakarnya irit, 1 liter untuk jarak tempuh 18 KM. Sedangkan mobil murah yang diagung-agungkan sebagai low cost green car hanya 1000cc yang memliki konsumsi BBM 1 liter untuk jarak tempuh 22KM. Mari kita cermati dengan 1600 CC bisa tempuh 18KM untuk pemakaian 1 liter BBM, dengan mesin 1000CC untuk 22KM per 1 liter. Tentu lebih irit Mobil Esemka yang 1600CC dengan 1 liter untuk 18KM bukan ? seharusnya Mobil Murah Jepang tersebut setidaknya 1 liter bisa untuk jarak tempuh 28.8 kilometer (Rumusnya: (1600:1000)  x 18KM/Liter = 28.8KM/Liter)
  2. Mobil ESEMKA masih lebih murah harganya ketimbang mobil murah Jepang tersebut, karena dengan perbedaan Rp. 40.000.000,- mobil ESEMKA lebih besar bodynya dan lebih bisa muat banyak penmupang atau barang angkutan.
  3. Nasionalisme Bangsa Indonesia, sudah barang tentu untuk PEMDA dan Pemerintahan akan merubah mobil dinasnya memakai Mobil Esemka, kemudian seiring dengan berjalannya kemajuan teknologi yang dimiliki maka masyarakat luas juga pilih Mobil Esemka sebagai kendaraan pribadi mereka dibandingkan dengan mobil non made in Indonesia

Demikian 3 hal mencolok mengenai perbedaan mobil SMK dengan mobil murah Jepang, walau kandungan 80% maupun 100%, tetap saja pemilik perusahaan adalah bangsa asing yang yang hanya mau jual dagangannya saja tapi tidak ada bukti nyata untuk membantu pemerintah mengatasi kemacetan.

Memang kita bebas memilih yang mana yang terbaik, akan tetapi kita juga harus ingat bahawa kita bangsa Indonesia dari dulu persatuan kitalah yang turut mengusahakan mengusir penjajah.

Beli mobil Esemka, dukung pengusaha lokal, dan jangan pakai Kredit ‘Riba’ Bank .. karena harus di ingat juga bahwa Bank juga dimiliki oleh pengusaha asing, ataupun pengusaha lokal yang kapitalis sejati .. artinya mereka akan bawa uang hasil cerukan bunga tersebut ke negara yang lebih ‘kondusif’ terhadap keuntungan atau ketamakannya.

Semoga generasi penerus Bangsa Indonesia dapat terus pintar, kritis, dan lebih maju lagi dengan pesat. Tidak menutup kemungkinan 5 sampai 10 tahun lagi Indonesia dapat menjadi negara Super Power menjadi kenyataan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *