Arti Object Storage dan Perbedaannya Dengan Block Storage

Object Storage dan Perbedaannya Dengan Block Storage

Object storage merupakan penyimpanan berbasis objek. Suatu istlah generik yang menggambarkan pendekatan untuk menangani dan memanipulasi unit diskrit penyimpanan yang disebut dengan “objek”.

Seperti file, objek juga berisi data dan bedanya dengan file – objek tidak tersusun dalam hirarki. Setiap objek ada pada tingkatan yang sama dalam ruang alamat (flat adress) yang disebut seagai kolam penyimpanan (storage pool) dan satu objek tidak dapat ditempatkan bersamaan di dalam objek yang lain.

Identifikasi Unik Pada Object Storage

Baik file dan objek memiliki metadata yang terkait dengan data yang dikandungnya, tetapi objek memiliki karakteristik melalui metadata lanjutan. Setiap objek diberi identifikasi unik yang memungkinkan server atau pengguna akhir untuk mengambil objek tanpa perlu mengetahui lokasi fisik dari data. Pendekatan ini berguna untuk mengotomatisasi dan merampingkan penyimpanan data dalam lingkungan komputasi awan (cloud computing).

Teknik penyimpanan objek (object storage) sering dianalogikan dengan layanan parkir di sebuah restoran kelas atas. Ketika seorang pelanggan menggunakan parkir valet, terjadi pertukaran kunci mobilnya dengan tanda terima kartu valet. pelanggan tidak tahu di mana mobilnya akan diparkir atau berapa kali mobilnya dipindahkan petugas parkir valet sementara pelanggan sedang makan. Dalam analogi ini, pengidentifikasi unik merepresentasikan kartu parkir valet.

Perbedaan Object Storage dengan Block Storage

Block storage mungkin memberikan kinerja yang lebih baik, tapi metadata granular atau yang lebih detail dan mendekati skalabilitas tak terbatas membuat object storage berada pada tingkat manfaat yang sama. Penggunaan file storage dan block storage telah didefinisikan dengan baik dan digunakan selama beberapa dekade. Sebuah jenis baru dari penyimpanan yang tersedia di pasar sekarang adalah penyimpanan objek (object storage).

Kemudian timbul pertanyaan yang paling sering ditanyakan “Apa bedanya object storage? Kapan saya harus menggunakannya? Apa kasus kegunaan yang menjamin hal tersebut? Tahapan apa yang saya harus ambil ke infrastruktur TI yang spesifik ?

Meskipun topik ini banyak telah ditulis, pertanyaan-pertanyaan tersebut terus muncul. Berikut adalah cara memahami perbedaan object storage dengan block storage.

Memahami File Storage dan Block Storage

Pertama-tama, mari kita kembali ke file storage dan penyimpanan blok untuk lebih memahami tentang penyimpanan objek.

File Storage

Seperti yang telah diketahui, file storage biasanya memiliki sistem file terstruktur seperti pada hardisk di PC atau Notebook baik NTFS maupun FAT, atau lebih hirarkis mengatur file sehingga file individu dapat ditemukan dengan cara mengarahkan jalan menuju ke file target.

Bahwa atribut tertentu – informasi yang mungkin menjelaskan file dan isinya, seperti pemiliknya, siapa yng dapat mengakses file, dan ukurannya – yang mudah disimpan sebagai metadata dalam sistem file. Dan seperti kita ketahui mengenai Network Attached Storage (NAS) yang merupakan cara terbaik untuk berbagi file dengan aman di kalangan pengguna dalam sebuah jaringan komputer.

NAS bekerja secara lokal pada LAN tetapi tidak dapat diandalkan dalam WAN (Wide Area Network). Dan mengelola satu (atau sejumlah kecil) block NAS adalah perkara mudah, tetapi untuk mengelola ratusan NAS dapat menjadi mimpi buruk.

Sistem file bertanggung jawab untuk penempatan data pada block NAS, serta menerapkan file sharing dengan mengunci dan membuka file yang diperlukan. Dan terakhir, sistem file bekerja dengan baik dengan jumlah ratusan ribu, dan mungkin jutaan, tetapi sistem file storage tidak dirancang untuk menangani miliaran file. Keterbatasan ini mungkin banyak terlewatkan oleh para konsumen produk teknologi informasi karena tidak diuji pada tingkat pemakaian tinggi.

Singkatnya, sistem penyimpanan file (file storage) masih layak untuk kebutuhan berbagi file secara lokal dan jika file serta metadata terkait memiliki jumlah terbatas. Tapi dalam situasi yang tepat, NAS memberikan kinerja yang sangat baik untuk berbagi file.

Block Storage

Blok penyimpanan juga dapat dipahami dengan baik melalui artikel sebelumnya mengenai teknik penyimpanan block storage. Kita tahu blok adalah sepotong data, dan ketika blok yang sesuai digabungkan, hal tersebut membuat sebuah file. Sebuah blok memiliki alamat, dan aplikasi mengambil blok dengan membuat panggilan SCSI ke alamat tersebut. Ini adalah cara yang sangat mikroskopis dalam mengendalikan penyimpanan.

Tidak seperti pada kasus NAS, aplikasi memutuskan dimana data ditempatkan dan bagaimana mengatur penyimpanan. Bagaimana blok digabungkan atau diakses ditentukan dengan aplikasi. Tidak ada metadata penyimpanan yang diasosiasikan dengan blok, kecuali untuk alamat. Dengan kata lain, blok hanya sepotong data yang tidak memiliki deskripsi, tidak ada identifikasi dan tidak ada pemilik.

Blok dapat mulai berarti ketika blok di gabungkan degan blok lainnya melalui suatu aplikasi. Dalam situasi yang tepat, pemberian tingkat kontrol granular atau terpercinci ke aplikasi memungkinkan untuk mengekstrak kinerja terbaik dari deret penyimpanan yang diberikan. Ini adalah alasan mengapa penyimpanan blok sangat populer untuk aplikasi kinerja-terpusat, sebagian besar transaksional dan berorientasi database.

Namun, jika jarak antara aplikasi dan penyimpanan terlalu jauh maka hal tersebut dapat mengurangi kinerja storage karena latency, sehingga sebagian besar penyimpanan blok digunakan secara lokal.

Karakteristik Object Storage

Berbekal definisi tersebut, mari kita sekarang melihat teknik penyimpanan objek. Pertama-tama, sebuah objek didefinisikan sebagai data (biasanya file) bersama dengan semua metadata nya, semua terbungkus sebagai objek. Objek ini diberi ID yang biasanya dihitung dari isi benda (baik berkas dan metadata) itu sendiri.

Sebuah objek selalu diambil oleh aplikasi dengan menghadirkan ID objek ke objek penyimpanan. Tidak seperti file dan sistem file, objek disimpan dalam struktur datar. Anda memiliki kolam objek, dan anda hanya meminta untuk objek tertentu dengan menghadirkan ID objeknya.

Objek dapat bersifat lokal atau terpisah secara geografis, dan karena mereka berada dalam ruang alamat datar, mereka diambil dengan cara yang sama. Object storage tidak terbatas untuk semua jenis atau jumlah metadata.

Jika anda mau memilih, anda dapat menetapkan metadata seperti pada : jenis aplikasi dimana objek dikaitkan, prioritas aplikasi, tingkat perlindungan data yang ingin ditetapkan untuk objek, replikasi ke situs atau lokasi penyimpanan lain, kapan objek harud dipindahkan ke tingkat yang penyimpanan yang berbeda atau untuk geografi yang berbeda dan kapan objek harus dihapus.

Jenis metadata tersebut berjalan di luar daftar kontrol akses yang digunakan dalam sistem berkas. Fakta bahwa penyimpanan objek memungkinkan fleksibilitas bagi pengguna untuk menentukan metadata yang mereka inginkan secara unik untuk obyek penyimpanan. Anda dapat mulai melihat bagaimana hal tersebut membuka sebuah peluang yang luas untuk analisis yang sebelumnya tidak pernah di impikan untuk dapat dilakukan.

Berdasar karakterisok Penyimpanan Objek tersebut di atas, bahwa kinerja bukan menjadi ciri utama dari penyimpanan objek. Tetapi jika anda ingin cara sederhana untuk mengelola penyimpanan dan layanan yang mencakup lintas geografi (WAN) dan keleluasan dalam memberikan metadata, penyimpanan objek adalah cara tebaik untuk diterapkan.

Ada karakteristik lain dari penyimpanan objek yang penting untuk dipahami sifatnya. Tidak seperti file atau blok, anda mengakses objek menggunakan antarmuka pemrograman atau aplikasi HTTP-based REST. Ini adalah proses sederhana seperti Ambil, Letakkan, Hapus dan beberapa proses lainnya.

Kesimpulan:

Karena banyaknya pengembangan konsep penyimpanan objek yang terjadi di dalam Web 2.0, banyak perusahaan berusaha untuk membangun infrastruktur penyimpanan yang lebih besar pada biaya terendah. Sebagian besar penyimpanan objek didasarkan pada cluster server komoditas dengan penyimpanan langsung yang terpasang di internal.

Memang ada pengecualian untuk ini, terutama seperti pada DataDirect Networks, dan anda dapat menggunakan array RAID yang mahal untuk membangun sebuah penyimpanan objek, tetapi aturan praktis adalah dengan menggunakan hardware komoditas (umum dan ekonomis). Sehingga skalabilitas dapat lebih mudah melalui penambahan node tambahan.

Perlindungan data umumnya dilakukan dengan mereplikasi objek untuk satu atau lebih node di cluster, tetapi ada juga pengecualian untuk ini – misalnya, Cleversafe dan EMC Atmos keduanya menggunakan penghapusan secara coding untuk melindungi data.

Kesederhanaan proses Object Storage merupakan keunggulan, tetapi mungkin membutuhkan perubahan konfigurasi pada aplikasi untuk dapat menggunakan SCSI, CIFS atau NFS. Disinilah letak masalahnya.

Ada cara untuk melakukannya, tapi pendekatan terbersih adalah dengan mengubah kode aplikasi untuk melakukan panggilan langsung berbasis REST. Jadi, singkatnya, sebuah Object Storage mudah untuk dikelola, dapat di turun naikkan skalanya hingga tak terbatas, dapat mengatasi masalah keterbatasan jarak geografis dan dapat membawa satu banyak metadata, tetapi umumnya-kinerja lebih rendah dan mungkin memerlukan perubahan pada kode aplikasi.

Object storage banyak digunakan oleh para provider cloud yang menawarkan layanan on demand.

Artikel Terkait

Comment (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *