Proses Backup dan Replikasi di Data Center Semakin Mudah

Ketika data di pindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya akan banyak variabel yang perlu di sederhanakan. Dengan mengkombinasikan tools bawaan dan tambahan, proses backup data dan replikasi pada lingkungan Wide Area Network (WAN) seperti di data center dapat semakin mudah dilakukan.

Menggunakan Tools Bawaan dan Tools Tambahan untuk Backup Data

Proses Backup data dan replikasi yang lebih baikMembuat lingkungan jaringan server yang benar-benar dapat terdistribusi dengan cepat tidak selalu mudah. Replikasi site-to-site semakin mudah saat ini daripada sebelumnya, namun masih memungkinkan pertimbangan solusi tambahan untuk hal tersebut. Hal ini lebih menarik lagi ketika sejumlah besar data harus di backup atau di replikasi pada lingkungan Wide Area Network (WAN). Bagusnya, kinerja hardware yang semakin besar dan ketersediaan bandwidth yang bertambah banyak dapat membuat proses tersebut berjalan lancar.

Selain diperlukan koneksi yang tidak boleh terputus, komponen infrastruktur tertentu harus disediakan untuk proses ini, para administrator data center harus dapat memahami tools apa saya yang bagus untuk digunakan.

Backup Data dan Replikasi Menggunakan Tools Bawaan

Dalam penggunaan teknologi data center yang terbaru (terutama) pada lingkup pengelolaan storage dan virtualisasi, para administrator harus memula dengan tool set asli bawaan dari pada vendor. Hal ini menjadikan langkah awal dalam menjalankan sistem yang akan digunakan untuk replikasi harus dimengerti secara terperinci.

Para vendor teknologi seperti IBM, VMware, EMC dan NetApp, mereka memberikan tool set yang sangat beragam dan cukup mumpuni. Untuk platform penyimpanan, tools bawaan hampir dapat memberikan semua fungsi yang diperlukan walau kenyataanya tidak sesederhana itu.

Sebelum menggunakan tool set tambahan dari pihak ketiga, para administrator harus mampu memaksimalkan tool set bawaan terlebih dahulu sehingga nantinya dapat mengetahui dengan tepat alat tambahan apalagi yang dibutuhkan. Sangat di sarankan untuk mengadakan pelatihan yang dapat membantu pada administrator untuk dapat lebih baik mengelola kegiatan yang ada di data center.

Dari sudut pandang virtualisasi, tools bawaan dapat berguna untuk melakukan tugas-tugas berikut:

  • Mengisolasi data yang perlu direplikasi
  • Mengatur penjadwalan replikasi
  • Membantu kontrol bandwidth yang diperlukan
  • Mengatur beban kerja Copy/Clone sesuai kebutuhan
  • Membuat sambungan langsung antara penyimpanan dengan platform virtual
  • Mampu menghubungkan ke sistem penyimpanan di lokasi lain untuk replikasi

Dalam hal ini, sebaiknya selalu dapat meluangkan waktu dengan mempelajari teknologi di data center anda dapat dikelola dengan lebih optimal lagi.

Tools Tambahan dari Pihak Ketiga untuk Backup dan Replikasi

Setelah mendapatkan pemahaman yang kuat tentang fungsi tool set bawaan, administrator data center dapat melihat keterbatasan pada hal tersebut, sebab pada banyak kasus yang terjadi, perusahaan anda perlu membuat cadangan data dalam jumlah besar lantas mengirimnya ke lokasi data center lainnya yang cukup jauh, misal sebuah Bank Asing di Indonesia yang selalu mengirim backup data ke data center di India atau di Singapore.

Sebetulnya jika bank asing mau mematuhi Peraturan Pemerintah No. 82, perusahaan mereka dapat lebih diuntungkan dari sisi kecepatan dan jika ada masalah juga dapat di tangani lebih cepat, seperti setelah cutt-off time pada hari kerja.. proses backup data mereka dapat lebih cepat, sempurna dan lebih aman jika mengirim backup ke data center di Indonesia, hal ini dapat mengurangi resiko kehilangan data pada saat proses transfer yang sering terjadi jika jumlah data sangat banyak dan di transfer melalui saluran analog (satelit).

Meskipun toolset bawaan dapat digunakan untuk memenuhi hal tersebut, mungkin ada kebutuhan lain untuk mengontrol proses tersebut pada tingkatan yang lebih detail dan terperinci, sebab jika data nasabah hilang sedikit akibat transfer tentu akan ada ketidak sesuaian yang membutuhkan waktu dan tenaga kerja lebih banyak lagi untuk memperbaiki hal tersebut.

backup data tools dari microsoftPada kasus tersebut, toolset tambahan dari pihak ketiga yang dapat langsung terhubung dapat membantu hal tersebut lebih baik lagi seperti produk Veeam, atau SCCM Plattform / SCOM Microsoft. Dengan menggunakan tools tambahan ini, para administrator dapat memiliki kontrol lebih rinci atas bagian-bain tertentu pada lingkungan infrastruktur data center mereka seperti berikut:

  • Meningkatkan kemampuan migrasi data, replikasi dan pengaturan kebijakan
  • Meningkatkan kemampuan distribusi data
  • Meningkatkan kemampuan backup data, baik onsite maupun remote
  • Meningkatkan kontrol keamanan
  • Meningkatkan kemampuan pengelolaan sumber daya dan alokasi sumberdaya yang dinamis

Ada banyak toolset pihak ketiga yang dapat meningkatkan pengelolaan data center anda, dalam memilih toolset yang tepat harus dipastikan bahwa toolset tersebut dapat langsung mengikat ke infrastruktur data center perusahaan anda saat ini dan dapat dapat mengikuti perkembangan yang mungkin terjadi, sebab ada tools pihak ketiga yang powerful untuk saat ini namun untuk di masa depan tidak. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap aplikasi toolset tambahan.

Menggunakan Monitoring / Management Tools

Mengkombinasikan toolset bawaan dan tambahan dapat memberikan kemudahan dalam backup data jumlah besar. Dalam proses backup dan replikasi, ada banyak komponen yang perlu dipantau untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan terselesaikan dengan baik. Jika toolset asli sudah tidak dapat mengakomodasi keperluan ini maka dengan pencarian toolset pihak ketiga yang lebih baik harus dilakukan.

Dari sudut pandang monitoring dan manajemen jaringan data center, sangat penting untuk dapat selalu mengawasi hal-hal berikut ini :

  • Pemakaian bandwidth
  • Penggunaan data
  • Faktor latency pada proses transmisi
  • Pemanfaatan sumberdaya
  • Sistem notifikasi ke Administrator

Oleh karena itu sangat penting untuk memiliki kemampuan proaktif pada proses backup dan replikasi, karena dengan mengenali masalah secara dini dapat mengurangi resiko kehilangan data saat transfer yang diakibatkan downtime serta tersendatnya proses pengiriman data.

Kesimpulan:

Sangat penting untuk memahami mana Toolset asli dan pihak ketiga yang ideal untuk digunakan. Para administrator yang proaktif akan memanfaatkan kekuatan dari kedua toolset tersebut dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka.

Backup yang sempurna dan kemudahan dalam merencanakan replikasi dapat dicapai dengan mengkombinasikan toolset asli dan bawaan, jika toolset asli tidak dapat mengakomodir tugas tersebut maka toolset pihak ketiga dapat digunakan, sehingga proses back up dan replikasi dapat dilakukan dengan cepat dan sempurna. Administrator harus memiliki pengetahuan tentang cara kerja kedua toolset tersebut secara terperinci.

Perangkat hardware pada data center merupakan aset yang berharga, demikian data penting perusahaan yang lebih bernilai lagi bagi perusahaan. Oleh karena itu dengan menggunakan berbagai toolset yang dapat mengontrol infrastruktur data center lebih baik maka dapat membantu perusahaan menghemat waktu, uang dan tenaga.

Comment (1)

  1. […] Untuk perusahaan besar, solusi cloud backup mungkin hanya digunakan untuk menempatkan file-file yang tidak terlalu sensitif, misalkan untuk file presentasi tiap-tiap karyawan, file-file laporan umum untuk ke tingkat atas. Sedangkan untuk data pelanggan, data transaksi, data karyawan serta perjanjian-perjanjian, ini termasuk pada hal yang sensitif sehingga lebih aman untuk di cadangkan dengan menggunakan jasa colocation server atau layanan Backup as a Service (BaaS) di perusahaan penyedia fasilitas data center. […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *