Beberapa Contoh Teknologi di Bidang Perbankan Terpopuler

Setelah di tahun 2017 kita banyak melihat berita tentang teknologi keuangan (Fintech), apa yang akan populer di teknologi di bidang perbankan di 2018 ?. Beberapa contoh teknologi di bidang perbankan dibawah ini mungkin dapat menjadi pertimbangan para pimpinan dalam menentukan fokus area yang paling strategis di 2018.

Beberapa Contoh Teknologi di Bidang Perbankan Terpopuler

Beberapa Contoh Teknologi di Bidang Perbankan Terpopuler

Fintech masih akan mendominasi penggunaan teknologi di bidang perbankan nasional. Sementara itu, era blockchain akan menjadi sebuah ekosistem transaksi keuangan perbanakan. Kemudian akan dilanjutkan dengan era Perbankan Terbuka (open banking) yang akan menghasilkan efisiensi dan kesetaraan.

Perbankan Indonesia termasuk hati-hati dalam menerapakan transformasi digital. Ini dapat terlihat dari pertumbuhan sektor fintech yang berasal dari industri perbankan. Kebanyakan aplikasi fintech muncul dari para startup digital.

Berikut beberapa contoh teknologi di bidang perbankan yang sudah populer di negara lain dan akan juga akan menjadi populer di Indonesia, di tahun 2018.

  • Teknologi Transaksi Keuangan

    Fintech merupakan awal dari transformasi digital di industri perbankan. Teknologi di bidang perbankan yang satu ini telah menjadi populer di Indonesia. Ini dapat kita lihat dengan startup digital yang mengeluarkan inovasi untuk transaksi keuangan. Kini, kita bisa beli bakso atau somay dan bayar menggunakan ponsel (Sistem QR Code). Baru-baru ini Bank Negara Indonesia meluncurkan hal yang serupa, transaksi menggunakan QR Code.

    Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan semakin mendorong para pelaku bisnis untuk aktif menghadapi perubahan ini. Seperti Bank Mandiri dan Jasa Marga melalui e-Money, pembayaran tol non-tunai. Kebijakan ini sangat mendorong inovasi pada teknologi di bidang perbankan.

    Fintech dan transformasi digital lainnya dapat meningkatkan pengalaman pelanggan. Selain itu, teknologi di bidang perbankan ini sangat efektif untuk meningkatkan efisiensi dan optimalisasi operasional. Fintech berhasil mencegah kecurangan karyawan penjaga tol di Jasa Marga.

  • Teknologi Keamanan Pengguna

    Ini akan menjadi trend di tahun 2018. Dengan semakin banyaknya aplikasi fintech untuk transaksi keuangan, maka risiko ancaman keamanan juga semakin meningkat. Trend serangan cyber ke institusi perbankan semakin meningkat sepanjang 2016 hingga 2017. Serangan cyber semakin dikombinasikan dan semakin canggih.

    Beberapa inisitatif dari pemimpin pasar teknologi keamanan menghadirkan solusi keamanan untuk perbankan. Salah satu diantaranya yang semakin populer adalah penggunaan biometrik. Seperti pengenalan sidik jari, suara, dan retina, akan menjadi teknologi di bidang perbankan yang populer.

    Selain itu, blockchain juga dapat meningkatkan keamanan transaksi perbankan. Blockchain merupakan teknologi yang akan banyak digunakan untuk bidang perbankan dan keuangan. Bahkan, blockchain dapat digunakan untuk lelang pengadaan tender di pemerintahan, yang meminimalkan praktik suap menyuap dan markup harga.

  • Teknologi Keamanan Infrastruktur TI

    Seperti yang dijelaskan diatas, industri perbankan akan semakin banyak menggunakan teknologi untuk keamanan infrastruktur teknologi informasi mereka. Hal ini selain untuk membuat ekosistem digital untuk dapat bergerak cepat dan fleksibel, juga untuk keamanan sistem.

    Salah satu contoh teknologi di bidang perbankan untuk keamanan infrastruktur adalah solusi pencadangan. Sistem pencadangan lama tidak akan ampuh untuk mitigasi serangan cyber sekarang ini. Praktik terbaik untuk pencadangan sistem, aplikasi, dan data adalah dengan menempatkan cadangan di beberapa tempat. Dan sebagai salah satu syarat teknis, perusahaan dengan skala transaksi besar harus mencadangkan di tempat yang terpisah sama sekali dari sistem dan manajemen.

    Oleh karena itu, penggunaan disaster recovery as a services (DRaaS) oleh institusi keuangan akan semakin marak di tahun 2018.

  • Teknologi Pembelajaran Mesin

    Era digital akan lebih berfokus pada konsumen (consumer centric). Inovasi teknologi keuangan akan menjadi faktor penentu keunggulan daya saing. Hal ini selain membutuhkan infrastruktur IT yang digital ready, juga memerlukan wawasan real-time yang bernilai.

    Dengan melakukan analisa big data secara otomatis, perbankan dapat menghadirkan inovasi demi meningkatkan layanan ke pelanggan dan meraup pasar lebih banyak dari para pesaing. Ini akan membutuhkan teknologi machine-learning.

    Selain itu mengolah data, pembelajaran mesin juga dapat mengenali pola perilaku yang mencurigakan. Seperti pada sebuah perusahaan solusi pencadangan untuk institusi keuangan, mereka menggunakan pembelajaran mesin untuk mengenali ransomware. Tanpa teknologi ini, ransomware dapat menginfeksi file cadangan, dan sewaktu-waktu dapat diaktifkan lagi oleh penyerang.

  • Teknologi Layanan Pelanggan

    Chatbots semakin banyak digunakan. Ini juga masih seputar pada machine learning dan ditambah kecerdasan buatan. Aplikasi fintech yang dilengkapi chatbot semakin marak digunakan di dunia perbankan. Di Indonesia memang belum, tapi di 2018 kemungkinan akan ada penggunaan teknologi di bidang perbankan ini.

    Chatbots dapat lebih melayani nasabah dengan cepat (responsif) dan juga menghemat biaya customer service. Ini akan membawa dampak signifikan dalam industri perbankan nasional. Terutama dari hal efisiensi.

Mungkin masih banyak lagi teknologi di bidang perbankan yang akan populer di tahun 2018. Perkembangan teknologi digital sekarang ini meningkat secara dramatis. Perkembangan yang cepat seperti sekarang ini belum pernah kita alami di tahun-tahun sebelumnya. Dan tentunya, hal ini akan membawa dampak positif dan negatif.

Dampak Perkembangan Teknologi di Bidang Perbankan

Nasabah dan bisnis jelas akan semakin diuntungkan dari perkembangan teknologi digital di perbankan. Efisiensi, kecepatan dan fleksibilitas akan semakin terasa dengan inovasi-inovasi di bidang transaksi keuangan. Namun, disisi karyawan perbankan, hal ini sudah menjadi kekhawatiran umum.

Seperti kita lihat di tahun 2016 dan 2017, perbankan di Indonesia banyak yang merumahkan karyawan, dan trend ini semakin meningkat. Ini memang dampak dari perkembangan teknologi, dimana otomatisasi mendatangkan efisiensi.

Perbankan dapat mengantisipasi ini, karyawan merupakan aset perusahaan bagaimanapun. Dengan memberikan pendidikan berkelanjutan, maka penghentian karyawan dapat di cegah. Transformasi edukasi merupakan salah satu konsekuensi dari transformasi digital, seperti layaknya pemasaran online yang menggantikan pemasaran tradisional di era digital sekarang ini.

Tidak hanya di perbankan, hal ini juga akan terjadi di semua sektor bisnis. Jika perusahaan tidak segera melakukan transformasi edukasi, maka akan ada gelombang PHK yang cukup besar. Dan ini akan berpotensi pada demo unjuk rasa yang akan membebani pemerintah.

Saran kami:

Pemerintah Indonesia seharusnya mewajibkan perusahaan besar untuk mengadakan transformasi edukasi. Disamping itu, untuk mencegah demo PHK, ada baiknya untuk mengadakan pelatihan UKM Online agar para karyawan yang terkena pemberhentian dapat melanjutkan hidupnya dengan berjualan online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *