Sistem Pendingin Data Center (Thermal Management)

Data center sarat dengan perangkat IT yang kompleks yang memerlukan pengawasan ketat agar seluruh sistem dan perangkat dapat terus berjalan dari hari ke hari tanpa berhenti. Sistem pendingin data center memiliki peran khusus dalam menjaga temperatur sekaligus tingkat kelembaban di ruangan data center agar tidak sampai terjadi overheat pada salah satu perangkat yang mana salih terhubung satu sama lain dan dapat mengakibatkan sistem sedikit tersendat.

Temperatur pada data center harus dijaga diantara 25 derajat celcus dan maksimum 45 derajat celcius untuk di sekeliling lokasi server (sekeliling rack server). Semakin tinggi suhu udara di ruangan data center, akan semakin tinggi kemungkinan biaya untuk perbaikan dan pergantian perangkat.

Penjelasan Sistem Pendingin Data Center Secara Umum

Ada beberapa sistem pendingin data center yang dikenal secara umum pada fasilitas penyedia data center, sebagai berikut:

  • CRAC (Computer Room Air Conditioner), termasuk exhaust fan, AC, dan Air Pendingin di bawah lantan ruangan data center.
  • Sistem Lorong Panas Dingin
  • Air Flow Intake

Pada umumnya para penyedia fasilitas data center tier 3 telah menerapkan ketiga sistem pendingin data center tersebut untuk mengendalikan suhu ruangan fasilitas data center mereka.

sistem pendingin data center

Sumber: uptimeinstitute.com

Proses Sistem Pendingin Data Center

Proses pendinginan data center ada beberapa jenis sebagai berikut:

  • Pendingin Server untuk mengendalikan suhu pada perangkat IT, beberapa teknik pendinginan server ada yang menggunakan cairan untuk membuang hawa panas pada parangkat IT, namun yang lebih umum adalah menggunakan pendingin udara.
  • Pendingin Lorong dan Ruangan untuk mencegah terjadinya peningkatan panas, karena terkadang udara panas dari server dapat bercampur dan mengarah ke sistem pendingin yang dapat mengakibatkan sistem pendingin tidak bekerja secara efektif.
  • Pembuangan hawa panas dengan sistem lorong panas dingin, cara ini merupakan salah satu hal wajib untuk diterapkan para operator data center untuk mendapatkan sertifikasi tier III. Lorong panas untuk aliran hisapan udara panas dari server, dan lorong dingin untuk pengaliran hawa dingin ke server, sehingga udara dingin dan panas tidak bercampur dan pengendalian temperatur dapat lebih terukur dan optimal, teknik ini dikenal dengan economizer cooling.
  • Pendinginan dengan percikan air dibagian atas rack untuk menjaga temperatur panas pada bagian atas ruangan data center.

Kriteria Perancangan Sistem Pendingin Data Center

Pada umumnya perusahaan penyedia fasilitas data center mengukur tingkat panas udara dalam satuan watt/m2. Dalam setiap sistem pendingin terutama pada lingkungan tertutup sangat penting volume udara yang dihasilkan oleh sistem pendingin memenuhi syarat kebutuhan tiap perangkat IT secara keseluruhan. Ada hubungan langsung antara penambahan panas melalui server dengan daya listrik yang dibutukan oleh server, serta aliran udaha melalui server.
Peningkatan panas melalui server biasanya diukur membandingkan pebedaan suhu antara udara dingin yang masuk ke rack server dan pembuangan udara panas atau delta. Aliran udara diukur dalam set volume meter kubik per menit.

Para designer data center harus mengetahui pengukuran beban panas tersebut (delta) jika tidak maka pengukuran tersebut artinya akan dilakukan oleh produsen peralatan pendingin dan bisa saja mengakibatkan aliran udara yang tidak sesuai dengan pesyaratan untuk infrastruktur data center tersebut.

Demikian untuk posisi peralatan atau mesin sistem pendingin akan diletakan disebelah mana perlu kesepakatan antara designer dengan pemilik bisnis data center, dan harus ada kesepakatan seberapa panas yang dapat di tolerir karena cuaca pada masa pemanasan global akan lebih panas atau dingin di beberapa negara dari biasanya.

Pemilik data center harus menentukan tingkat temperatur dan kelembaban yang ideal untuk di ruangan data center. Berdasarkan sistem yang diterapkan pada data center tersebut, designer data center akan menentukan pengendalian udara berdasar kondisi yang ada dengan mengukur tingkat naik turunya temperatur agar sistem pendingin dapat berjalan optimal dan efisien.

Pemiliki data center dan designer data center harus bersama-sama memahami tujuan keandalan terhadap data center tersebut, baik dari perancangan mekanis, kelistrikan, maupun pengendalian untuk mendukung tujuan tersebut dan agar biaya pembangunan data center tidak berlebihan serta dapat dijalankan secara efektif.

Kesimpulan:

Pendekatan lama untuk sistem pendinginan data center yang dijamin praktis dapat mengakibatkan pemborosan pada perusahaan, oleh karena itu sangat perlu untuk mengikut pendekatan baru untuk mendinginkan pusat data anda secaa efektif dengan biaya yang lebih rendah dan pemeliharaan yang lebih mudah.

Comments (3)

  1. […] peralatan pendingin harus di rancang, dipasang dan dikelola oleh teknisi yang memenuhi syarat atau tersertifikasi, dan seluruh peralatan […]

  2. […] PLN ke Genset (seperti yang sering dilakukan di gedung perkantoran). Hal yang sama berlaku untuk sistem pendingan data center dan generator, pemeliharaan preventif yang teratur dapat mengurangi kemungkinan downtime, dan […]

  3. […] sistem pendinginan data center (HVAC) termasuk sistem sirkulasi udara hot isle cold isle, water sprinkler, dan lain […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *